Karena saya ingin pemahaman akan pembangunan berkelanjutan tersebar dimana-mana, maka saya akan menulis kembali bahan kuliah yang saya sampaikan dalam mata kuliah: Sustainable Development and The Urban Environment (Pembangunan Berkelanjutan dan Lingkungan Perkotaan).

1. Kilas Balik Pembangunan Berkelanjutan:

File PDF bisa didapat disini, namun tahun-tahun terpentingnya antara lain:
– 1967: Silent Spring, non fiksi karya Rachel Carson yang mengetengahkan tentang bahaya DDT dan pestisida bagi kelangsungan lingkungan dan ekologi.
– 1968: Population Bomb, karya ilmiah dari Paul Ehrlich yang membahas hubungan antara populasi dan eksploitasi alam dan lingkungan.
– 1968: Foto Satelit Bumi untuk pertama kali, pertama kali pula manusia melihat bumi dari kacamata luar angkasa (Foto ini kemudian menjadi simbol Earth Day-Hari Bumi)
-1970: Hari Bumi ditetapkan bertepatan dengan demonstrasi besar2an di AS (21 Maret)
-1971: Greenpeace berdiri di Kanada
-1972: Konferensi PBB pertama kali yang membahas khusus tentang Lingkungan Hidup (UN Conference on Human Environment di Stockholm), sekaligus menjadi fondasi berdirinya UNEP. Dalam konferensi tersebut banyak dibahas mengenai polusi dan hujan asam.
-1976: Berdirinya UN Habitat, yang berkonsentrasi pada lingkungan hidup dan hunian.
-1980: Ditetapkannya World Conservation Strategy, pertama kali disebut-sebut istilah Sustainable Development (Pembangunan Berkelanjutan)
-1983: Brundtland Commission berdiri
-1987: Laporan Brundtland Commission yang berjudul Our Common Future diterbitkan, mengetengahkan bahwa antara segi politik, sosial, ekonomi dan budaya saling mempengaruhi kelestarian lingkungan. Deskripsi tentang Sustainable Development dituangkan dalam laporan ini.
-1992: Earth Summit dengan Local Agenda 21. Pembentukan UNFCCC
-1996: Penetapan ISO 14001
-1997: Kyoto Protocol, yang kemudian ditanda tangani oleh hampir seluruh negara kecuali AS dan Australia (saat itu).
-2000: Penetapan MDGs dengan target pengurangan angka kemiskinan, kematian ibu dan enak, buta huruf, kerusakan lingkungan dan diskrimasi gender dengan target hingga tahun 2015.
-2002: Johannesburg Summit, 10 tahun setelah Earth Summit pertama, yang mengkritisi akan mandeknya usaha untuk mengurangi pemanasan global.
-2005: CDM (Clean Development Mechanism) diterapkan pada negara berkembang, sebagai wujud transfer teknologi negara maju.

2. Our Common Future (Brundtland Commission):

The Earth is one. But the world is not:
Kita bergantung pada sumber daya alam (sda) yang berasam dari satu bumi, sedangkan kita pun terbagi-bagi atas negara dan wilayah geopolitik. Disatu sisi ada negara kaya yang berkelimpahan sda, disisi lain ada negara yang miskin.

– Kerusakan lingkungan dapat dilihat sebagai akibat dari tingginya permintaan terhadap sda (eksplorasi hutan, migas, hasil tambang dan pertanian). Polusi sendiri pun timbul akibat meningkatnya standar hidup manusia.

Namun disisi lain kemiskinan akut pun dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan polusi, karena masyarakat miskin hanya mampu untuk mengambil langsung dari ‘lingkungan’ (hutan, misalnya), tanpa memikirkan daur hidup hutan itu, atau para kaum miskin yang berurbanisasi ke kota, kemudian tinggal di daerah kumuh dan padat.

– Pertumbuhan ekonomi meningkatkan standar hidup manusia membawa pada permintaan tinggi akan sda, migas, bahan-bahan sintetis dan kimia dan pada akhirnya berbuntut pada polusi dan kerusakan lingkungan (degradasi)

PENYEBAB:
1. Kemiskinan:
Jumlah kemiskinan terus meningkat, diperkuat dengan jumlah penduduk yang tinggal di daerah kumuh yang notabene minim akses air bersih dan sanitasi (berbuntut pada polusi lokal, tingginya tingkat kematian dan penyakit baru).

2. Pertumbuhan:
adanya peningkatan industri, pembukaan hutan untuk lahan pertanian dan pertambangan serta eksplorasi, pembangunan dam besar2an untuk memenuhi kebutuhan air untuk minum dan pertanian, kemampuan yang tidak berimbang antara negara maju dan berkembang dalam usaha mengurangi pencemaran dan emisi

3. Keinginan untuk bertahan hidup
Kompleksitas dan tuntutan hidup manusia membawa malapetaka bagi lingkungan.

4. Krisis Ekonomi
Melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia yang dipicu dengan hancurnya harga komoditas (yang merupakan hasil dari kebanyakan negara berkembang), dan pada akhirnya membawa kemiskinan dan perlambatan pembangunan di negara berkembang.

Pendekatan baru terhadap Lingkungan dan Pembangunan:
1. Lingkungan dan Pembangunan bukanlah sesuatu yang terpisah, namun keduanya saling mempengaruhi: sebab dan akibat.
2. Ekonomi dan Lingkungan seyogyanya terintegrasi, ekonomi tidak hanya menjadi sarana dan alat penghasil kekayaan sedangkan ekologi tak hanya upaya untuk melinduni alam.
3. Ekonomi dan Lingkungan berhubungan erat dengan masalah sosial dan politik
4. Pendekatan baru ini tidak hanya terjadi secara lokal tapi secara global, dimana kebijakan antar negara saling mempengaruhi. Seperti kutipan diatas: The Earth is one but the world is not, ekosistem tidak hanya dimiliki oleh satu negara, tetapi terkadang dimiliki oleh beberapa negara, contoh: aliran sungai di benua Eropa dan Asia, Hutan di Indonesia dan Malaysia, dll.

Contoh proyek arsitektur dan urban desain yang memperhatikan prinsip pembangunan berkelanjutan dilihat dari lingkupnya:
1. Jacobs Creek Visitor Centre, Australia, Arsitek: Hassell
– Pemanfaatan air kotor dan air hujan
– Penggunaan bahan bangunan lokal
– Penggunaan ventilasi alami

2. FBE Red Centre, Sydney, Arsitek: FJMT
– Penerapan Desain pasif pada bangunan

3. Victoria Park, Sydney, Arsitek: Hassell
– Penerapan Water Sensitive Urban Design (pengolahan air hujan dan air kotor) terintegrasi dengan elemen masterplan dan lansekap.

4. Cheonggyecheon, Seoul
– Penerapan sustainable transportation dan WSD

Minggu depan : 21 Juli 2008
Materi:
– Pengertian Pembangunan Berkelanjutan
– Prinsip Pembanguna Berkelanjutan
– 10 Literatur berdasar Pezzoli
– Contoh Pembangunan berkelanjutan