Akhir Maret, hasil Pritzker keluar juga, dengan nama Jean Nouvel sebagai peraih anugrah tertinggi di bidang arsitektur tahun ini. Sedianya Nouvel akan menerima penghargaan tersebut di awal Juni. Mulai berarsitektur di awal tahun 70an, mendapat perhatian dunia ketika Institut du Monde Arabe selesai berdiri dengan anggunnya di tepian sungai Seine di tahun 1987 (?), desain yang mengagumkan dengan menggabungkan detil yang indah dengan prinsip desain pasif, seakan merepresentasikan misi yang diusung institusi tersebut – hubungan harmonis antara dunia Arab dan Eropa. Karya itu pula yang membawanya menang di ajang Aga Khan Award. Setiap pengunjung Barcelona mungkin akan dapat melihat ‘menara’ unik Torre Agbar, yang dapat dilihat dari hampir seluruh penjuru Barcelona (sayangnya foto tidak bisa saya tampilkan disini, karena adik saya dengan ‘sukses’nya menghilangkan foto2 Spanyol). Atau bagi yang berdiri diatas lantai 3 Eiffel Tower, dapat melihat musium berbentuk organik dan didominasi hijau – Musee du Quay Branly yang misterius.

Bagi warga Lucerne mungkin akrab dengan pusat kebudayaannya, dengan kantilever atap tipis melayang. Atau di Tokyo dengan Shiodome’ Dentsu Building nya yang anggun dan sleek itu.

Memang sebetulnya Pritzker Prize ini suatu saat datang dengan sendirinya ke pangkuan Jean Nouvel, hanya tinggal menunggu waktu saja. Tapi tetap saja, tanpa Jean Nouvel dan El Croquis Jean Nouvel, saya mungkin akan melewati masa-masa yang agak membosankan.