Seperti judul novel ?

Mungkin ?

Lagi romantis dan picisan ? Jangan-jangan iya ! Baru saja selesai nonton episode 8 Hana Yori Dango versi Korea dan masih ada 4 lagi yang belum ditonton.

Hari ini didepan kelas saya bercerita tentang sustainable transportation. Lalu apa hubungannya dengan perempuan. Jelas transportasi pasti berhubungan dengan perjalanan. Tapi dimana posisi perempuan dalam transportasi berkelanjutan ?

Benang merahnya ada pada ‘kebiasaan’ perempuan untuk melakukan perjalanan.

Perencana pola transportasi terkadang tak hanya perlu melihat teknikalitas peletakan jalan. Namun terkadang dia perlu memposisikan diri sebagai pengguna jalan. Siapakah dia ?
Kononnya menurut studi, pola perjalanan antara pria dan wanita berbeda. Kebutuhan mereka berbeda. Namun perencana transportasi makro mungkin hanya melihat secara keseluruhan.

Secara tradisional, perempuan konon cenderung melakukan perjalanan berdasarkan keperluan rumah tangga (household purpose traffic) – dan tentunya mungkin ini mengesampingkan peran dualisme perempuan, yang terkadang memang ibu rumah tangga dan wanita karier disaat bersamaan. Sifat perjalanan wanita kemudian disebut sebagai Trip chain (multiple purpose and multiple destination in single trip). Mereka perlu fleksibilitas dan tarif murah. Disamping itu haruslah ramah-tidak ada itu istilahnya colek-colek di bus.

Sementara belahan jiwanya disebut-sebut melakukan perjalanan linear alias destination oriented. Pria butuh yang cepat, reliable dan aman.

Yang menarik adalah kebiasaan perempuan yang disebut-sebut gemar melakukan trip chain, alias berbagai tujuan dalam 1 kali perjalanan. Istilahnya sekali mendayung, 2-3 pulau terlampaui.

Saya pribadi ternyata perempuan – apabila dilihat dari pola transportasi saya. Saya senang menyatukan perjalanan. Kalau bisa 1 hari sibuk di jalan, supaya 5-6 hari saya tidak terlalu sibuk. Dan hari ini menjadi salah satu yang tersibuk, ketika pagi hari sudah mulai melakukan perjalanan.
Stop pertama adalah ke bank – ambil uang dan urusan dengan CS.
Stop kedua adalah studio foto – demi foto visa
Stop ketiga adalah Kedubes India – disitu masih bisa menyelesaikan SAP dan sebagian powerpoint – terima kasih untuk layanan Kedubes yang memang super lama.
Stop keempat adalah UPH untuk 2 kelas. Dan kelas terakhir adalah memberi kuliah dengan salah satu topiknya adalah transportasi
Stop kelima adalah bengkel untuk periksa ban.
Stop keenam adalah supermarket
Stop ketujuh adalah American Idol – alias sudah sampai rumah, telat sedikit jam 5.30 sore.

Ternyata saya perempuan … bagaimana dengan pola perjalanan perempuan lainnya ?