Urban Sprawl di Jakarta: Korelasi antara Ketergantungan Kendaraan Bermotor dan Perencanaan dan Desain Kota Jakarta.

Betul, masalah Jakarta sangatlah kompleks. Dan Jakarta bagaikan laboratorium urban dinamis dan beragam, mengundang banyak peneliti untuk hadir mengulik Jakarta.

Tulisan ini adalah bagian dari riset kesinambungan atas keprihatinan akan fakta kemajuan kota yang dihitung dari tingkat pertumbuhan kendaraan bermotor. Betapa kota dan segenap buatannya mampu bersinergis sempurna dengan kendaraan bermotor. Sampai akhirnya kota pun digerogoti oleh kanker mobil-motor. Setelah kota sakit, perlahan-lahan penghuninya memindahkan dirinya ke pinggir kota. Namun ternyata penyakit tersebut turut dibawa serta – merusak pusat dan pinggir kota disaat bersamaan.

Sebenarnya solusinya pun sangat mudah. Jalan tol kita melingkari menembus kota secara eksklusif. Dengan lebar jalan yang semena-mena, menembus titik strategis kota. Ubah ribuan kilometer jalan tol itu menjadi sarana transportasi publik – ubah menjadi jalur kereta untuk orang, barang hingga hewan dan sepeda. Rubah cara bisnis transportasi umum, mungkin monopoli bisa menjadi opsi – terkadang demokrasi dan pasar bebas tidak bisa berjalan baik untuk transportasi Jakarta.

Hentikan desain dan pembangunan konyol ala ruko dan pusat perbelanjaan. Tapi revitalisasi lah pusat kota yang tertinggal – ratusan gudang kosong, daerah tak bertuan menunggu.

Ini adalah tulisan lama dan selamat menikmati.