Jelas saya bukan hijau, warna saya bermacam-macam, apalagi tergantung oleh seberapa banyak ekspos terhadap sinar matahari dan apakah warna baju saya hari itu.

Tapi bukan itu masalahnya – apakah saya Idealis ? Pertanyaan ini muncul setelah saya baru sadar kalau saya di’masuk’an dalam Idealis Hijau menurut artikel ini.

Tentu saya tidak bisa mengkategorikan diri saya sebagai aktivis lingkungan hidup, aktivis gaya hidup hijau – karena saya pun masih terkena flu KKB (lebih parah dari flu babi) – yaitu Flu Ketergantungan Kendaraan Bermotor, yang sayangnya Obat Generik nya belum mampu dikeluarkan pemerintah. Dan untuk mengatasi Flu itu, obatnya dengan terpaksa harus dimulai dari diri saya sendiri. Dan mengingat kadar kemalasan pribadi yang sedikit lagi membuat saya menjadi penghuni Purgatory nya Dante Alighieri.

Ambisi pribadi iya, saya ingin memperkenalkan sesuatu yang lain, pemikiran yang lain, dan paradigma yang lain. Saya ingin perlahan-lahan menemukan bersama obat bagi flu KKB saya. Saya hanya ingin agar kota tercinta saya ini setidaknya berubah perlahan-lahan menjadi lebih ramah pagi yang mencintainya. Hubungan saya dan Jakarta adalah hubungan cinta sebelah pihak. Saya mencintainya, tapi tidak pernah ada balasan.

Lalu apakah saya Idealis ? Saya sendiri tidak tahu, sedang mencari tahu, dan masih dalam tahap perkenalan.