IMG_2658

Tahun 2011 silam, bersama 2 teman yang luar biasa menyusun buku yang berisikan kumpulan data, pengolahan data, hingga penulisan opini. Buku ini merupakan hasil kolaborasi luas. Kisah Jakarta kontemporer yang dimulai ketika masa Orde Baru jatuh di tahun 1998. Tahun itu dipilih karena terjadi banyak perubahan di setiap bidang, juga sebagai masa dimana Indonesia benar-benar mulai demokratis.

Pemilihan topik Kata Fakta Jakarta bisa berdasar pada isu yang paling ramai dibicarakan berita di masanya. Misalnya setelah bab Kerusuhan Mei 1998, berlanjut pada bab Privatisasi Air dan bab Hilangnya subsidi Angkutan Umum. Namun ada juga bab yang kami pilih karena sentimen bersama, yaitu bab soal Kemacetan total di tanggal 25 Oktober 2010. Tanggal tersebut begitu luar biasa bagi kami, karena saya seharusnya bertemu berbicara soal perumusan Kata Fakta Jakarta di rumah Anggie salah seorang editor. Hari tersebut hujan, banjir dan macet total di segenap Jakarta. Dari tempat saya di Jakarta Barat menuju Jakarta Selatan membutuhkan waktu 4 jam – dan itupun tidak sampai di rumah Anggie, karena saya menyerah dan akhirnya putar balik pulang yang butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke rumah. Kami pilih tanggal tersebut untuk membicarakan soal kemacetan total, karena memang banyak orang yang terjebak di saat bersamaan untuk berjam-jam lamanya. Tanggal ini juga menarik, karena sekelompok tim kerja nasional yang ambil bagian dalam program JICA: JUTPI: Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration sedang studi banding di Jepang! Jadi mereka tidak merasakan derita sebagian warga. Tanggal yang sama, dimana anak twitter jakarta berramai-ramai ‘menghakimi’ anak Sutiyoso karena Reni mengeluarkan komentar panas ditengah macet gila.

Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, saya hanya punya 1 resolusi, dan itu tidak ada hubungannya dengan berat badan. Keinginan saya sederhana, saya ingin secara rutin terbitkan 1 bab ala Kata Fakta Jakarta setiap bulannya. Jadi di akhir tahun 2015, saya memiliki 1 buku berisi 12 bab.

Namun ternyata saya kesulitan, yaitu saya tidak tahu harus memilih topik apa! Dan komitmen saya ternyata mulai goyah seiring dengan banjirnya pekerjaan dan kegiatan keluarga. Untuk yang terakhir akhirnya saya berusaha meningkatkan kerajinan, yaitu dengan cara memaksa diri mengeluarkan tulisan tiap hari. Tentu sulit di awal, karena terkadang tersela dengan pekerjaan dan keluarga, apalagi di hari kerja. Namun sejauh ini sudah hari kelima dan saya akan mempublikasi tulisan kelima sebentar lagi.

Mengenai topik, saya sempat membuka pertanyaan di media sosial. Ada banyak saran menarik dan setidaknya saya tahu apa yang akan tulis untuk pertama kali. Namun saya tetap perlu saran untuk edisi ke 2 hingga 12.

Kata Fakta Jakarta menghadirkan artikel surat kabar, data, kisah, hingga tulisan opini tentang 1 topik terpilih. Semua disajikan dalam bentuk infografis dan para editor saat itu berusaha mengeditnya menjadi tulisan dengan bahasa populer.

Karenanya silakan meninggalkan komentar untuk mengusulkan topik atau jika memiliki data menarik.

Topik (yang seharusnya terbit) Januari sudah terpilih: e-governance di Jakarta.

Beberapa referensi soal Kata Fakta Jakarta diambil dari portfolio nya Farid Rakun, desainer infografis Kata Fakta Jakarta.