Ketika memulai #NulisRandom2015 waktu menunjukkan pukul 22.50.

Sengaja memulai dengan melihat waktu, karena saya ingin menulis tentang bagaimana menggunakan waktu. Tentu saja masing-masing orang memiliki kebutuhan dan tuntutan sendiri.

Cara kita menggunakan waktu akhirnya membawa kepada jenis informasi dan pengetahuan apa yang kita terima, serta apa yang kita anggap penting. Misalnya saya tidak pernah menganggap dunia pergosipan Indonesia adalah sesuatu yang penting, jadi saya tidak pernah mau membuang waktu semenit pun untuk membaca apalagi mencari tahu tentang itu. Dan tentu saja ada yang menganggap dunia pergosipan sebagai perlu, karena misalnya penting untuk ‘refreshing’.

Saya pun merasa kegiatan memakai make-up adalah membuang waktu. Jika saya sampai harus memakai make-up untuk acara tertentu, dan dilakukan oleh professional, saya bilang, ‘tolong make up secepatnya’. Namun saya sangat memahami jika harus ada yang make-up berjam-jam, sekali lagi, cara menggunakan waktu adalah individual.

Konsep waktu ini begitu menakjubkan. Bahwa ada waktu untuk kebutuhan yang terpelakkan, seperti makan, tidur hingga mandi. Namun waktu untuk ‘keinginan’, dan bagaimana kita menggunakannya membentuk diri kita sendiri. 

Saya punya rekan yang selalu mengomel ketika dia datang tepat waktu namun acara belum dimulai, atau orang yang ditemui belum siap. Dan saya yakin dia minoritas untuk hal ini, karena lebih sering saya menemukan pemakluman daripada sebaliknya. Cara kita meggunakan waktu sesungguhnya berpengaruh pada kota tempat kita tinggal – dan saya yakin bukan sebaliknya. Kenapa demikian?

Jika kita merencanakan waktu, maka kita akan memperhitungkan hambatan yang mungkin terjadi. Sekaligus juga akan lebih berhati-hati dalam perjalanan. Kita akan tidak terburu-buru, dan akhirnya membawa kepada perilaku kita di jalan. Dan seperti kita ketahui, perilaku di jalan berpengaruh pada kondisi jalan secara keseluruhan. Satu kesalahan bodoh berakibat kemalangan bagi banyak orang. 

Sekarang jam sudah menunjukkan waktu 23.00. Disini saya harus berhenti – karena berikutnya adalah waktu saya istirahat. 

Selamat malam Jakarta. 
 

Advertisements