Sudah hampir genap 2 tahun saya naik Transjakarta secara rutin. Sudah hampir 2 tahun juga saya beribadah dan mempromosikan Transjakarta. Untuk yang kenal saya cukup baik, pasti ada yang pernah merasakan kotbah dan promosi saya soal Transjakarta. Dimulai dari saran naik apa dari rumahnya, dan berganti apa di Transjakarta.

Salah satu target saya tentu orang dekat sendiri, yaitu suami. Tentu saja gagal total selama hampir 2 tahun ini. Namun tanpa dia, saya bisa gagal beralih ke Transjakarta. Dia yang kadang jemput di shelter jika saya terlalu capai untuk jalan kaki. Dia yang pastikan saya tidak lupa bawa modem agar saya bisa tetap nonton film Korea tanpa takut miskin karena Telkomsel Data harganya mengerikan. Dan segala hal lain.

Namun libur akhir tahun kali ini kami berdua jalan-jalan kemana-mana dengan Transjakarta. Makan sushi di Bandengan naik Transjakarta hingga makan bakmi Alok di Grogol pun dengan Transjakarta. Pulangnya tak lupa ke pasar dan kembali dengan Transjakarta. Menyenangkan bisa pergi berdua, perut kenyang dan membawa tas belanja dari pasar Grogol yang penuh kenangan masa muda (baca: makanan).

Saya tidak tahu, apakah ada orang-orang yang termakan rayuan saya untuk pindah ke Transjakarta dari kendaraan pribadi. Semoga ada. Saya merasakan banyak suka di Transjakarta, dan ini yang saya harapkan agar orang-orang lainpun merasakannya. Disini pun warga kota diajak berbaur dengan orang yang berbeda-beda. Segala macam orang dengan latar belakang dan profesi ada disitu, walau terkadang koridorlah yang mensortir mereka.

Bagi saya, resep untuk mempertahankan toleransi dan keberagaman dalam kota salah satunya adalah transportasi umum yang aman, baik dan terjangkau. Dan transportasi itu akan bisa hidup jika terus dipakai orang dan jika permintaannya ada dan terus ada. ‘Demand’ bisa menjadi alasan politisi maupun birokrat untuk mempertahankan transportasi umum. Tentu tidak ada yang mau menghilangkan program baik dan populer kan? Malah yang ada, berlomba-lomba ditingkatkan.

Mari naik umum, dan nikmati keberagaman kota Jakarta.

Advertisements